Mengenal Bahan HPL (High Pressure Laminate)

Sebelum anda membuat kitchen set yang anda inginkan tentunya anda akan dihadapkan dengan permasalahan bahan apa yang cocok untuk kitchen nya? nah, kali ini kita akan membahas tentang salah satu material finishing untuk kitchen set anda yaitu material HPL atau High Pressure Material

Proses Pembuatan HPL

High Pressure Laminate atau disingkat HPL adalah merupakan turunan dari laminasi plastis dimana merupakan salah satu bahan untuk permukaan dekoratif dengan daya tahan yang lama dan memiliki sifat ketahanan terhadap panas, asam, api dan keausan. HPL dibuat dengan membuat jenuh beberapa lapis kertas kraft dengan resin fenolik untuk kemudian dilakukan proses penekanan atau pressing. Proses penekanan dan panas yang diberikan akan menyebabkan kedua material tersebut akan menyatu. Karena sifat resin fenolik dan melamin merupakan jenis plastik termoset. Proses tersebut akan menyebabkan resin berubah menjadi plastik dengan pengikatan silang yang merubah lembaran kertas menjadi lembaran yang kaku. Termosetting akan menciptakan ikatan yang kuat dan bersifat permanen sehingga berkontribusi terhadap daya tahan dari HPL. Karena daya tahan tersebut maka HPL sangat cocok di pakai untuk permukaan rata semisal pembuatan meja, kitchen set dll

lapisan material hpl
lapisan material HPL

Proses pengerjaan dengan menggunakan material HPL sangatlah mudah dan cepat disebabkan oleh penggunannya yang cukup di lem pada kayu saja dan tukang biasa juga dapat melakukannya. dan hasil akhirnya juga akan rapi dibandingkan dengan proses finishing yang lainnya

material HPL
warna material HPL

Sifat Umum HPL

Sifat lain dari HPL adalah seperti telah dijelaskan tahan terhadap sifat kimia seperti asam, basa, korosif, panas dan sebagainya sehingga daya tahannya tidak perlu diragukan lagi. tingkat kekerasan juga lumayan kuat sehingga daya tahan material ini bisa sampai 10 tahunan sehingga dianggap sebagai bahan yang awet.

Kelemahan HPL

HPL dirancang untuk memudahkan proses finishing di permukaan yang datar sehingga untuk proses finishing yang memerlukan proses pelengkungan dan pemotongan yang kurang presisi maka akan mengakibatkan hasil akhir yang kurang rapih. Tingkat fleksibilitas dari HPL juga sangat rendah jika dilakukan proses pengeleman maka tentunya lem akan mudah lepas. Kelemahan lainnya adalah pemilihan warna semisal anda menginginkan bentuk glossy tentunya tidak bisa dengan material HPL ini. hanya warna warna sederhana saja dengan material HPL ini.

Kesimpulan Akhir

dari penjelasan tadi bagi anda yang ingin membuat kitchen set dapat memilih material HPL jika faktor biaya dan kecepatan pengerjaannya tanpa mengorbankan kualitas pengerjaan, namun bagi anda yang menginginkan tampilan mewah dan elegan maka anda dapat memilih proses finishing yang lainnya dengan harga yang lebih mahal. hal tersebut berpulang pada anda semuanya.